Senin, 06 Juni 2016

Komunikasi Lisan dan Negosiasi



A. Komunikasi Lisan dalam Rapat
Di dalam pertemuan dan rapat setiap peserta harus menyadari posisinya didalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:
1. Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
2. Mampu berperan sebagai komunikator yang berpartisipasi aktif namun tidak memonopoli suatu pembicaraan.
3. Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsive namun tidak emosional.
4. Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
5. Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak berbicara bertele-tele.

B. Komunikasi Lisan dalam Wawancara
Komunikasi lisan dalam wawancara sangatlah diperlukan karena peran dalam komunikasi ini dapat digunakan sebagai umpan balik secara langsung oleh penerima. Komunikasi lisan dalam wawancara yaitu seperti bertatap muka dan melibatkan interaksi langsung dengan pewawancara.

C. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi
Menurut Oliver, Negosiasi merupakan sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses yang saling memberi dan menerima sesuatu untuk mencapai suatu kesepakatan bersama. Komunikasi negoisasi memiliki tahap-tahap proses sebagai berikut:
1. Tahap Komunikasi Fact-finding
Mencari atau mengumpulkan fakta-fakta data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum melakukan negoisasi.
2. Tahap Planning (Rencana)
Sebelum bernegosiasi atau berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan.
3. Tahap Penyampaian
Lakukan negosiasi atau sampaikan pesan dalam bahasa lawan atau penerima. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra dan spesifik nyata, hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan.
4. Tahap Umpan Balik
Untuk mengetahui persamaan makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.
5. Tahap Evaluasi
Sangat diperlukan untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi atau negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi atau perlu kah menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar