Senin, 09 November 2015

Hard News

Yakni berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting segera diketahui pembaca. Ada juga yang mengartikan Hard News dengan berita-berita "serius" menegangkan. Hard news merupakan berita yang sifatnya lugas, langsung kepokok persoalan dan fakta-faktanya serta harus memenuhi unsur 5W+1H. Hard news biasanya merupakan berita yang isinya relative berat. Bahkan dalam penulisannya mendahulukan inti dari berita di awalnya.

 Contoh:

Lagi, Alor Diguncang Gempa Susulan 4,0 SR
KUPANG - Gempa bumi berkekuatan 4,0 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (9/11/2015).
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kupang Sumarwan, mengatakan, gempa tersebut terjadi pukul 09.54 Wita.
Pusat gempa berlokasi di 8,09 Lintang Selatan dan 125,29 Bujur Timur. Gempa berkekuatan 4,0 SR terjadi di kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 68 kilometer Timur Laut, Kabupaten Alor.
Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Diberitakan sebelumnya, akibat gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR yang terjadi pada Rabu (4/11/2015) menyebabkan 1.078 rumah warga rusak berat.
Selain rumah warga, sebanyak 64 fasilitas publik, seperti gereja, sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor koperasi, dan pusat perbelanjaan, dikabarkan rusak ringan hingga berat.
Tak hanya itu, ada satu warga yang mengalami patah tulang di bagian tangan dan tujuh warga lainnya menderita luka ringan.
Saat ini warga Alor yang menjadi korban ditampung di tenda penampungan yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah setempat.



Source:

Soft News

Berita ringan. Nilai beritanya (new values) di bawah Hard News, bisa diartikan sebagai berita yang "tidak menegangkan". Soft news yang dalam penulisannya lebih dahulu ditulis “pemanis” yang dapat mengubah emosi pembacanya. Soft news sendiri merupakan berita yang dari segi struktur penulisannya relatif lebih luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft news umumny tidak kaku. Biasanya lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan (human interest) dan membawa emosi si pembaca.

Contoh:
Eva Celia Ingin Fokus Mendalami Musik
JAKARTA- Penyanyi dan artis peran Eva Celia (23) mengatakan bahwa ibunya, artis peran Sophia Latjuba atau Sophia Mueller, kerap menginspirasi dirinya dalam menulis lirik lagu.
"Mama tuh jagonya, sangat puitis. Mama tuh lebih (andal) ke lirik," kata Eva dalam wawancara usai menghadiri peluncuran aplikasi musik Volup, di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).
Apakah Eva akan lebih fokus mendalami musik daripada dunia seni peran, ia langsung mengiyakan. Sebab, kata Eva, ia ingin mengikuti jejak ayahnya, artis musik dan produser Indra Lesmana.
"Ingin meneruskan tradisi dari ayah," kata dia.
Sosok Indra, kata Eva, sangat membantunya dalam proses belajar di dunia musik. Bahkan, ketika Eva ingin mempelajari membuat sebuah lagu, Indra kerap membantunya.
"Saya kalau lagi bikin lagu suka tanya-tanya sama ayah. Minta masukan apa saja yang ayah punya. Ayah tuh orangnya sangat obyektif," katanya.


Source:
·      

Minggu, 18 Oktober 2015

Sejarah Jurnalistik

Sejarah Jurnalistik Indonesia - Awal mulanya, sejarah jurnalistik diawali dari komunikasi antar manusia yang bergantung dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Getenberg. 

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Sebagian pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Java Bode, Bintang Barat, dan Medan Prijaji terbit. 

Pada masa kedudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, dimana setiap orang dilarang. namun pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Sinar Baru, Asia Raja, Suara Asia, Tjahaja, dan Sinar Matahari. 

Dan semenjak kemerdekaan Indonesia yang membawa keuntungan bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asia Games IV, peemrintah memasukkan proyek televisi. Sejah tahun 1962 tersebut Televisi Republik Indonesia hadir dengan teknologi yang layar hitam putih. 

Di Era Presiden Soeharto, media massa banyak dibatasi. Seperti kasus Majalah Tempo dan Harian Indonesia Raya merupakan dua contoh bukti sensor dalam kekuasaan Era Soeharto. Kontrol yang dipegang oleh PWI (Departemen Penerangan dan persatuan Wartawan Indonesia). Dari situasi tersebut muncullah Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wiswa Sirna Galih, Jawa Barat. Sebagian dari aktivitasnya berada di sel tahanan. 

Sejarah kemerdekaan Pers/jurnalis beradap di titik saat Soeharto di gantikan oleh BJ Habibie. Disaat itulah banyak media massa yang muncul dan PWI bukan satu-satunya organisasi profesi. 

Kegiatan kewartawanan diatur oleh UU Pers No. 40. Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

Source:


Rabu, 29 April 2015

Softskill yang Saya Miliki

Softskill yang ada dalam diri saya adalah saya bisa menangkap gambar dalam sebuah foto dengan menggunakan kamera. Jenis kamera yang bisa saya pakai ialah kamera yang sering digunakan oleh para fotografer. Meskipun belum begitu profesional seperti para fotografer umumnya, tetapi saya bisa menangkap gambar dengan jelas. Saya belajar dari paman saya yang sebagaimana ia adalah seorang fotografer yang ahli dan bisa dihandalkan ketika saya butuh ilmu dalam memotret dengan hasil yang bagus bahkan sempurna sekalipun. Agak sulit pada dasarnya, akan tetapi jika kita memiliki kemauan yang keras untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, maka dibutuhkan usaha, kerja keras dan tidak pernah mengeluh untuk menuju proses skill yang baik.

Selasa, 28 April 2015

APAKAH SALAH PEMASARAN MERUPAKAN SALAH SATU PENUNJANG KEPAHITAN PERUSAHAAN?

Apakah salah pemasaran merupakan salah satu penunjang kepahitan perusahaan? Ya, mengapa? Dalam sebuah pemasaran dibutuhkan pemahaman dan pengalaman agar keahlian dalam pemasaran tidak salah. Salah pemasaran bisa terjadi pada sasaran dan tujuan yang kurang tepat, karena sebetulnya sasaran dan tujuan itulah yang akan menuntun perusahaan melalui pembuatan keputusan jangka panjang. Sasaran dan tujuan pemasaran bisa diarahkan pada target yang tidak tepat, sebagai contoh: Perusahaan memasarkan produk yang berjenis Tas dengan motif ala Internasional didalam daerah yang berpenghasilan rendah atau pas-pasan, maka dapat dipastikan bahwa pemasaran produk tidak akan diminati oleh masyarakat didaerah tersebut dan lebih memilih tas yang lebih murah.Tidak hanya itu, pada omset perusahaan yang telah memasarkan produk tersebut rendah.